Tampilkan postingan dengan label Masakan Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masakan Jepang. Tampilkan semua postingan

REPLIKA MAKANAN, Hidangan Yang Tidak Pernah Mungkin Anda Santap !


 Kari, hamburger, sushi. Restoran di Jepang seringkali memajang makanan yang tampak lezat di jendela mereka. Tapi jenis makanan satu itu bukan untuk dimakan, tidak peduli seberapa pun bagus tampilannya. Model makanan ini adalah replika, dan restoran-restoran menampilkan mereka sehingga pelanggan potensial dapat melihat sekilas apa saja yang ada di menu mereka. Replika-replika tersebut, khususnya yang ada di Jepang, secara mengejutkan terlihat sangat realistis, dikerjakan oleh pengrajin ahli dengan teknik-teknik canggih.



Keahlian Jepang Yang Indah

Replika makanan pertama kali dibuat di Jepang sekitar 90 tahun yang lalu di sebuah restoran di department store di Tokyo. Praktek ini telah menyebar di seluruh negeri. Sebelum itu, restoran-restoran biasanya memajang makanan sungguhan, tetapi hidangan yang dipajang akan berubah bentuk dan warna jika disimpan terlalu lama. Department store dengan volume pelanggan yang tinggi sepanjang harinya merasa perlu menemukan cara untuk memajang makanan dengan tampilan yang tidak akan berubah dari waktu ke waktu. Mereka mulai menggunakan replika makanan sebagai cara baru untuk menjalankan bisnis mereka.
Replika makanan dibuat agar terlihat sama persis dengan makanan nyata, apakah itu dari ukuran, bentuk, dan warnanya. Mereka juga memiliki tekstur yang cahaya yang realistis, dan beberapa bahkan juga memiliki bekas panggangan yang sangat nyata.


Replika makanan awalnya dibuat dari lilin, tetapi kini mereka dibuat dari resin sintetis yang lebih tahan lama. Sebuah cetakan silikon dari sebuah makanan tertentu dibuat dan diisi dengan cairan plastik berwarna. Cetakan tersebut dipanggang pada suhu sekitar 150 derajat Celcius untuk membantuk resin dan menghasilkan bentuk seperti yang diinginkan.
Berikutnya adalah pewarnaan. Tahap ini memerlukan pengerjaan yang sangat berhati-hati untuk menghasilkan nuansa warna yang persis dari sebuah makanan yang dikerjakan. Pengrajin memeriksa seluruh detil dari makanan sesungguhnya dan menerapkannya pada replika makanan itu dengan cat berdasar minyak menggunakan kuas yang sangat lembut.


Replika makanan haruslah dapat menciptakan kembali semua detil dari makanan sesungguhnya, misalnya saja warna coklat pada bacon/daging panggang dan telur, atau juga perbedaan antara steak yang dimasak mentah atau setengah matang. Hampir semua replika makanan dibuat dengan tangan secara manual berdasarkan pesanan, karena makanan yang sama dapat saja berbeda dari bentuk, warna, dan penyajiannya untuk tiap restoran yang berbeda.



Kita dapat saja menciptakan replika makanan kita sendiri, walaupun hasilnya tentu tidak mungkin sebagus para pengrajin ahli yang telah berpengalaman tersebut. Kit untuk replika makanan kini banyak dijual, dan menggunakan bahan-bahan yang terdapat dalam kit itu kita dapat menciptakan berbagai replika makanan seperti pizza, parfait atau spaghetti yang melilit garpu, sehingga garpu tersebut terlihat seperti mengapung di udara.


Replika Makanan Sebagai Aksesoris
 
Berasal dari replika makanan asli, miniatur replika makanan untuk gantungan kunci, tali ponsel atau pembatas buku kini menjadi populer. Anda bisa mendapatkan replika lucu dari hampir seluruh makanan, dari sushi, nasi goreng atau steak hingga kue, buah-buahan dan kue kering. Meskipun mereka adalah miniatur, namun detil yang diberikan untuk replika-replika itu tetaplah rinci, seperti lemak pada pembatas buku berbentuk daging atau krim yang meleleh pada tali ponsel berbentuk kue kering. Mereka semua nampak lezat! Banyak pelajar yang menggemari alat tulis yang aneh, seperti penggaris segitiga berbentuk potongan pizza. Replika ini dijual dengan harga yang tidak mahal dan menjadi populer sebagai suvenir bagi orang Jepang maupun wisatawan asing yang mengunjungi toko-toko replika makanan yang terdapat di seluruh penjuru Jepang.

Replika makanan diciptakan oleh orang Jepang, yang dikenal sangat teliti untuk berbagai hal, dan telah menjadi bagian integral dari kebudayaan Jepang. Sebagian hal yang menyenangkan untuk bersantap di Jepang adalah memilih hidangan yang kita inginkan dengan melihat replika makanan yang dipajang di jendela restoran tertentu. Semuanya nampak lezat, jadi hidangan apa yang Anda inginkan?

 source :

web-japan.org
japanesestation.com

Aturan Menyantap Sushi


Seperti kebanyakan hal dalam kehidupan Jepang, terdapat aturan-aturan yang tepat dan formalitas yang harus dituruti saat kita menyantap sushi sebagai hidangan nasional mereka. Persiapan, penyajian dan cara mengonsumsinya terikat oleh beberapa aturan yang cukup mengejutkan.
Berikut ini adalah beberapa etiket sushi yang paling penting.
Wasabi
Dicampur atau tidak dicampur? Teknik yang benar adalah dengan menempatkan sejumlah kecil wasabi pada setiap potongan sushi dengan sumpit Anda sebelum mulai menyantapnya. Akhir-akhir ini menjadi hal yang sangat umum bagi orang-orang di luar Jepang untuk mencampur wasabi mereka dalam soy sauce (kecap asin) sebagai saus untuk sushi. Meskipun tidak secara teknis benar, hal itu dapat diterima.
Mencelup
Bagaimana cara yang benar untuk mencelupkan sushi ke kecap? Bagian beras sushi tidak boleh menyentuh kecap karena telah dibumbui dan akan cenderung berantakan dengan mudah dalam saus. Hanya ikan, seafood atau bagian lain dari sushi yang diperbolehkan menyentuh saus.
Berapa kali gigitan?
Sushi diciptakan untuk dimakan dalam satu gigitan. Merupakan hal yang tidak sopan untuk menggigit sushi dalam dua gigitan atau lebih. Jika potongan sushi yang disajikan terlalu besar, mintalah pada koki untuk memotongnya menjadi dua. Mereka tidak akan tersinggung dan dengan senang hati akan membantu kita.
Jari atau Sumpit?
Sushi pada awalnya dimakan hanya dengan tangan. Akhir-akhir ini kebanyakan orang menyantap sushi menggunakan sumpit. Bagaimana kita bisa tahu mana yang harus digunakan? Jika Anda mengunjungi sebuah restoran di mana Anda diberi sebuah handuk tangan untuk menyeka jari-jari Anda, berarti restoran itu menyarankan Anda menyantap sushi menggunakan tangan Anda.
Mulai dari mana?
Percaya atau tidak, ada urutan yang benar untuk menyantap sushi. Mulailah pertama dengan sushi ikan yang dibumbui tipis dan secara bertahap dilanjutkan ke rasa yang lebih kuat atau ikan yang lebih berlemak seperti tuna atau belut, dan menyelesaikan proses menyantap sushi ini dengan sushi telur manis.
Mengapa ada Jahe?
Jahe berwarna merah muda yang disediakan itu dimaksudkan untuk dimakan di antara suapan sushi yang kita makan, berguna untuk menetralkan kembali rasa, menyegarkan kembali selera kita supaya kita siap untuk rasa berikutnya dan juga untuk membantu pencernaan.
3 Aturan Kunci
Jangan pernah lupakan 3 aturan kunci ini : jangan tusuk sumpit anda di nasi dalam sushi, jangan memotong sushi menjadi dua menggunakan sumpit Anda dan jangan mencampur wasabi dalam saus Anda.

sumber : 
japantoday.com
japanesestation.com

''EXTREME'' Katak Dimakan Hidup - Hidup Di Jepang


Sebuah video direkam di Jepang baru-baru ini beredar luas setelah memperlihatkan seekor katak disajikan di restoran Jepang yang masih berkedip dan bergerak-gerak di piring, setelah dikuliti hidup-hidup dan dipotong-potong.
Ini jelas adalah salah satu hal yang paling menjijikkan. Situs Singapura STOMP baru-baru ini telah merilis serangkaian foto dan rekaman video dalam sebuah restoran Jepang di mana rupanya orang-orang suka memakan katak, saat katak tersebut masih hidup. Video tersebut menunjukkan seorang pelanggan masuk ke restoran dan bagaimana koki disana mengambil seekor katak besar, menusukkan pisau ke dalamnya, mengeluarkan semua jeroan yang tak dapat dimakan dan mengulitinya hidup-hidup. Kemudian fokus gambarnya pindah ke sang pelanggan yang tersenyum yang menikmati seporsi sashimi katak sehat sementara hewan tersebut menatapnya dari piringnya, berkedip dan berkedut. Hal itu tampaknya tidak mengganggu wanita muda tersebut, ia bahkan memberikan acungan jempol atas kualitas hidangan tersebut.

Memakan makanan mentah, bahkan katak, sementara mereka masih hidup secara teknis tentunya membuat kita merinding. Jika Anda ingin melihat video katak tersebut dimakan hidup-hidup, klik saja link berikut ini:

http://singaporeseen.stomp.com.sg/stomp/sgseen/this_urban_jungle/1146200/not_for_the_squeamish_frog_served_alive_at_japanese_restaurant.html

sumber japanesestation

Onigiri, Nasi Kepal Khas Jepang


Onigiri adalah nama Jepang untuk makanan berupa nasi yang dipadatkan sewaktu masih hangat sehingga berbentuk segi tiga, bulat, atau seperti karung beras. Dikenal juga dengan nama lain Omusubi, istilah yang kabarnya dulu digunakan kalangan wanita di istana kaisar untuk menyebut Onigiri. Onigiri dimakan dengan tangan, tidak memakai sumpit.
Di Indonesia, Onigiri bisa dijumpai di bagian makanan Jepang toko swalayan terkemuka dan di restoran yang menyediakan makanan Jepang.

 CARA MEMBENTUK NASI


  • letakkan nasi setengahnya dicetakan kemudian tekan
  • masukkan isi ditengahnya
  • isi lagi dengan nasi diatasnya
  • tutup dan tekan cetakan
  • lilitkan dengan nori sampingnya, kemudian taburkan denbu, wijen dan taburan teri bolak balik pada sisiatas dan bawah.
 Nasi yang digunakan untuk membuat Onigiri sebaiknya beras yang memiliki kadar kanji tinggi seperti beras jenis Japonica sedangkan beras yang dimakan di negara-negara Asia Tenggara adalah beras jenis Indica. Nasi yang ditanak dari beras Japonica mudah melekat satu sama lainnya sehingga mudah dibentuk menjadi Onigiri.
Sebelum membuat Onigiri, kedua belah tangan harus dibasahkan dengan air matang agar nasi tidak melekat di tangan. Onigiri dibentuk oleh kedua telapak tangan yang diberi garam dapur, sedangkan garam yang menempel di permukaan telapak tangan diratakan penyebarannya dengan gerakan seperti mencuci tangan.


JENIS JENIS ONIGIRI




 Di Jepang terdapat beratus-ratus jenis Onigiri dengan isi yang bervariasi tergantung selera orang yang membuatnya. Nori sering digunakan untuk membungkus agar lebih mudah dimakan tanpa ada nasi yang menempel di tangan, walaupun berbagai jenis Onigiri tanpa Nori juga sering dijumpai.

Onigiri jenis paling sederhana biasanya berisi daging ikan salmon panggang atau Umeboshi yang berada di tengah-tengah nasi. Selain itu, Onigiri ada yang dipanggang setelah sebelumnya dilumuri kecap asin atau miso.

Di Jepang, Onigiri merupakan bekal makan siang sewaktu piknik atau dimakan di perjalanan. Nasi pada Obento (kotak makan siang khas Jepang) sering berupa Onigiri. Walaupun banyak sekali orang Jepang yang membeli Onigiri produksi pabrik yang dijual di toko swalayan yang buka 24 jam, Onigiri merupakan makanan yang dibuat sendiri di rumah yang cara pembuatannya diwariskan secara turun temurun.

ternyata ada teknik khusus buat membuka bungkus Onigiri..nah ane kasih tahapan tahapan cara membuka bungkus onigiri nya,,


CARA MEMBUKA BUNGKUS ONIGIRI 


langkah 1: perhatikan bagian tengah nya



langkah 2 : buka bagian tengahnya dengan pelan pelan


 langkah 3: buka bagian tengah sampai belakang jadi seperti ini .


 langkah 4: buka bagian samping kanan kiri . hati-hati perhatikan jgn sampai norinya sobek .


langkah 5 tinggal menikmati isinya... Dari yang isi tuna, umeboshi, atau yang udah dimodifikasi jadi rasa kare, ca-han, dll. Harganya pun relatif murah mulai dari 105 yen -200an yen/Rp.17 ribu - 23 ribuan

LIHAT VIDEO CARA MEMBUAT ONIGIRI




source belajar-nihongo

Yakisoba, Adalah Mie Goreng Yang Palin Digemari diseluruh Dunia


Yakisoba (mie goreng) adalah masakan mi goreng Jepang yang sangat digemari di seluruh dunia. Yakisoba sudah ada usai Perang Dunia II dan semakin populer di dunia.

Meski mi goreng, Yakisoba memakai mi yang sudah dikukus matang dari bahan tepung terigu, dan bukan soba yang dibuat seperti mi goreng. Yakisoba bisa dimakan begitu saja atau sebagai lauk.

Yakisoba biasanya dicampur dengan kol, sayur-sayuran dan daging, ditambah bumbu saus oyster atau saus yakisoba. Bahan lain yang ditambahkan pada yakisoba misalnya bawang bombay, wortel, acar jahe, tenkasu, udang kering, bubuk katsuobushi, aonori (bisa juga potongan nori) dan mayonaise sebagai penyedap. Merica dan garam hanya dipakai untuk membumbui daging sebelum digoreng.

Mi Goreng ini merupakan makanan rakyat yang umum dijumpai di hampir semua tempat di Jepang. Bahkan makanan ini mulai dijual di pasar gelap seusai Perang Dunia II.

Yakisoba kemudian banyak dijual di kios makanan dan minuman yang ada di pantai dan populer sebagai makanan sehabis berenang. Selanjutnya, yakisoba mulai dijual di kios kaki lima sewaktu ada keramaian dan populer hingga sekarang hingga seluruh dunia.

Berbagai Bumbu Dasar Khas Jepang

Makanan Jepang sudah begitu kental di lidah sebagain besar orang Indonesia. Sudah banyak tempat makan yang menyajikan masakan Jepang. Mulai restoran mahal sampai tenda kaki lima di pinggir jalan.

Nah, kalau Anda memang salah satu penggemar japanese food, yuk kita coba mengenal berbagai macam bumbu khas yang mereka gunakan.

Tofu


Memiliki bentuk silinder yang dikemas dalam kemasan plastik tebal. Saat ini sudah banyak aneka macam rasa seperti ayam, udang atau telur. Tofu memiliki tekstur yang lembut dan warnanya putih kusam.

Uni paste
 Salah satu bumbu utama dalam pembuatan sushi. Rasanya gurih karena terbuat dari telur landak laut yang dihaluskan. Bentuknya kental kecokelatan. Toko yang menyediakan bahan makanan Jepang biasanya menyediakan bumbu ini.

Shoyu
 Disebut juga soy sauce atau kecap asin. Terbuat dari fermentasi kacang kedelai, tepung dan garam. Digunakan sebagai pelengkap makan sushi atau sashimi, atau dicampur dalam sup atau ramen

Hondashi
 Umumnya dipakai sebagai bahan dasar dalam pembuatan sup dan saus. Terbuat dari bonio flakes, rumput laut serta teri besar direbus hingga sarinya keluar. Dijual dalam bentuk kemasan kecil dengan aroma khas seafood yang cukup tajam.

Miso
 Terbuat dari fermentasi kedelai juga, tapi berbentuk pasta, rasanya asin. Digunakan sebagai bumbu sup miso atau ramen, bisa juga sebagai bumbu untuk daging, ayam atau ikan.

Jamur enoki

 Bentuknya panjang dengan payung jamur yang kecil dan warnanya putih. Bahan ini sangat cocok jika digunakan untuk salad, sup atau digoreng. Biasanya dijual dalam kemasan kotak plastik atau plastik kedap udara.

Tepung Panko
 Tepung panir yang khas berwarna putih yang sering dipakai untuk melapisi bahan makanan yang digoreng seperti ayam, udang, cumi atau makanan lain. Saat ini sudah tersedia di pasar swalayan atau toko yang menjual bahan kue.

Wasabi
 Berasal dari sejenis lobak yang dagingnya berwarna hijau, memiliki rasa pedas yang khas. Biasa dijual dalam bentuk pasta atau dalam bentuk segar. Digunakan pelengkap makan sushi dan sashimi.

Mirin
 Merupakan salah satu minuman beralkohol khas jepang yang terbuat dari beras. Rasanya manis dan biasa digunakan untuk masakan. Digunakan sebagai campuran saus teriyaki dan sup.

dari berbagai sumber

Makanan Khas Tahun Baru Jepang


Liputan6.com, Tokyo: Periode Tahun Baru adalah waktu yang penting bagi masyarakat Tokyo, Jepang. Mereka merayakannya dengan menyajikan makanan khas pada malam Tahun Baru. Anda bisa mengatakan sayonara pada tahun lama dan menyambut Tahun Baru sambil menyantap makanan Toshikoshi Soba.

Toshikoshi Soba menjadi makanan populer bagi warga Tokyo sepulang merayakan malam Tahun Baru di kuil. Dengan makan sejenis mi ini, warga yakin kehidupannya akan panjang dan sehat.

Selain itu ada juga osechi, yang merupakan hidangan tradisional Tahun Baru yang disiapkan di rumah. Beberapa toko juga menyediakan makanan khusus pada periode liburan ini, dalam kotak yang dihias atau biasa disebut jubako.

Pada osechi, setiap jenis makanannya memiliki arti khusus. Sebagai contoh, telur dadar gulung manis dicampur dengan pasta ikan atau udang tumbuk, melambangkan datemaki. Ini merupakan sebuah keinginan untuk mendapatkan banyak hari keberuntungan.

Konbu yang merupakan sejenis rumput laut, melambangkan yorokobi berarti sukacita. Sedangkan ikan haring yang dibuat sushi melambangkan Kazunoko ("Kazu" berarti jumlah dan "ko" berarti anak), yaitu harapan agar diberkati dengan banyak anak di tahun mendatang. Ada juga Mochi, kue beras yang membutuhkan waktu lama untuk dikunyah, serta sup bernama ozoni.(JapanToday/ULF)

Ramen dari berbagai daerah di jepang

一•    Kushiro Ramen (kota Kushiro)
Rasa kuah tidak begitu tajam, mie kecil dan halus-halus.

二•    Kitami Ramen (kota Kitami)
Kuah rasa kecap asin yang mengandung kaldu bawang bombay.

三•    Asahikawa Ramen (kota Asahikawa)
Perpaduan yang bagus mie keriting dengan kuah.

四•    Sapporo Ramen (kota Sapporo)
Salah satu dari 3 jenis Ramen yang paling disukai orang Jepang. Jenis kuah mie yang terkenal adalah rasa miso, walaupun pada waktu diperkenalkan mie menggunakan kuah rasa shio.


五•    Hakodate Ramen (kota Hakodate)
Kuah rasa shio yang unik kota Hakodate konon masih gaya asli Tiongkok. Ada juga penjual ramen di Hakodata yang menambahkan bubuk keju dalam jumlah banyak di atas mie.

MIE RAMEN (ラーメン)

 RAMEN (bahasa Jepang: 拉麺;ラーメン) adalah masakan mie kuah Jepang yang berasal dari Tiongkok. Orang Jepang juga menyebut ramen sebagai Chuka soba (中華そば; soba dari Tiongkok) atau Shina soba (支那そば) karena soba atau o-soba dalam bahasa Jepang berarti mie.

Ciri khas
Rebusan mie hasil buatan tangan atau buatan mesin diceburkan ke dalam sebuah mangkuk (cawan) berisi kuah yang dibuat dari berbagai jenis kaldu (umumnya dengan dasar kaldu babi). Pada umumnya charsiu, menma dan irisan daun bawang ditambahkan di atas mie sebagai lauk atau penyedap.
Mie yang biasanya berwarna kuning dibuat dari tepung terigu dengan kadar gluten tinggi ditambah air dan bahan kimia tambahan seperti potasium karbonat, natrium karbonat dan kadang-kadang asam fosfat. Bahan-bahan kimia yang bersifat alkali mengubah sifat alami gluten dalam tepung terigu dan membuat mie menjadi kenyal sekaligus mengaktifkan senyawa flavonoid yang terkandung dalam tepung terigu sehingga mie berwarna kuning. Perbandingan air dan tepung terigu adalah kira-kira 1 : 35%, semakin banyak air maka semakin lunak pula mie yang dihasilkan.

Pada zaman dulu pembuatan mie di Tiongkok menggunakan air asin dari danau Kan di pedalaman Mongolia yang mengandung garam mineral alami. Di Jepang, bahan kimia tambahan untuk membuat mie sampai sekarang ini masih disebut Kansui (鹹水, secara harafiah: air dari danau Kan). Seusai Perang Dunia ke-2, bahan kimia tambahan untuk mie yang berbahaya untuk kesehatan banyak beredar di pasaran, tapi sekarang bahan kimia tambahan sudah diatur dalam standar JAS. Bahan kimia tambahan untuk mie juga mempunyai bau tidak enak yang sering tidak disukai orang, sehingga di Jepang mulai terdapat mie yang menggunakan telur sebagai pengganti bahan kimia.

Kuah
Ramen adalah makanan rakyat banyak di Jepang. Kuah ramen mempunyai banyak sekali variasi rasa yang ditentukan oleh jenis-jenis kaldu yang digunakan, bumbu dan lauk yang ditambahkan di atas mie. Bahan-bahan produksi lokal dari berbagai daerah sering digunakan untuk menghasilkan rasa lokal yang khas dan disukai penduduk setempat.

Kaldu untuk kuah bisa diambil dari campuran berbagai bahan seperti tulang babi, tulang sapi, tulang ayam, katsuobushi, sababushi, niboshi, konbu, kacang kedelai gongseng, jamur shiitake, bawang bombay atau daun bawang.

Ramen bisa digolongkan berdasarkan jenis-jenis kuah misalnya kuah rasa kecap asin, kuah rasa tonkotsu, kuah rasa shio (garam) dan kuah rasa miso.
Kuah rasa shoyu (kecap asin Jepang)
Rasa yang paling populer di Jepang khususnya di pulau Honshu. Kuah berasal dari rebusan tulang ayam dan sayur-sayuran. Kuah berwarna sedikit coklat karena saus dengan bahan utama kecap asin yang dituang di dasar mangkok. Sebagai penyedap biasanya ditambahkan merica dan minyak rayu (minyak cabe dan bumbu-bumbu lain).

Kuah rasa tonkotsu (tulang babi)
Kuah berwarna putih / hitam agak kental, gurih, berminyak-minyak karena kaldu dari tonkotsu. Rasa tonkotsu berasal dari pulau Kyushu. Rasa kuah tidak begitu asin dan kadang-kadang ada juga kuah yang berwarna putih kecoklatan. Di Tokyo dikenal Tonkotsu Shoyu Ramen yang kuahnya merupakan perpaduan saus kecap asin ditambah kuah tonkotsu yang sangat kental.

Kuah rasa shio (garam)
Kuah berbumbu garam berwarna hampir bening, contohnya adalah Hakodate Ramen yang terkenal. Asal-usulnya adalah masakan mie ala Tiongkok yang diperkenalkan sebagai Hokkaido Ramen di tahun 1933. Jika dibandingkan dengan rasa jenis ramen lainnya, bahan-bahan kaldu pada kuah rasa shio lebih terasa.

Kuah rasa miso (tauco Jepang)
Kuah berbau harum yang berasal dari kaldu tulang ayam dengan tambahan miso. Konon Ramen rasa miso diciptakan oleh penggemar makan kelas berat yang ingin menikmati ramen bersama sup miso.
Lapisan atas
Di atas ramen umumnya ditambahkan beraneka ragam lauk yang bisa berupa charsiu, menma, narutomaki sebagai hiasan, telur rebus, sayuran hijau (seperti bayam), irisan daun bawang dan nori. Telur biasanya berwarna coklat karena direbus dalam bekas rebusan charsiu.
Penyedap bisa berupa irisan daun bawang dalam jumlah banyak yang digoreng sebentar dalam minyak atau irisan bagian daun bawang yang berwarna putih.

ayo2 siapa yang mau coba.......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Link Exchange

Favicon1
powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme