Hacker
Liputan6.com, Jakarta : Jepang berusaha menjalin hubungan harmonis dengan para
hacker. Ini dilakukan untuk mengurangi jumlah serangan
cyber dan memberantas kejahatan di dunia maya.
Dilansir dari
ZDNet yang
Liputan6.com
kutip Minggu (27/1/2013), kepolisian Jepang berharap hal ini dapat
membantu mengumpulkan informasi lebih banyak tentang aksi kejahatan
cyber yang sering terjadi. Misalnya penyebaran virus melalui kendali jarak jauh yang dilakukan dengan bantuan komputer.
Terjalinnya hubungan dengan para
hacker
elit ini merupakan yang pertama kali digagas oleh kepolisian Jepang.
Sebelumnya polisi hanya membentuk tim untuk menangani masalah ini.
Selain
itu, polisi Jepang juga mempertimbangkan untuk menjalin pertukaran
personel dengan perusahaan dan universitas di bidang informasi dan
komunikasi. Polisi juga mempertimbangkan untuk menyerahkan analisis
cybercrime dan
cyberattack ke sektor swasta.
Perusahaan itu nanti diminta mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah kebocoran informasi pribadi melalui aplikasi di
smartphone.
Pencegahan
memang menjadi cara yang dipilih Jepang dalam mengatasi kejahatan di
dunia maya. Negeri matahari terbit itu bersama 10 negara Association of
Southeast Asian Nations (ASEAN) juga telah merencanakan jaringan
cyberdefense, sebagai fasilitas komunikasi dan berbagi data.
Nampaknya
program ini patut ditiru oleh negara lain yang juga sedang marak
memerangi serangan cyber. Sebagaimana diketahui, baru-baru ini para
hacker berhasil meretas situs resmi Presiden SBY dan situs Museum
Nasional Indonesia. Bahkan di Amerika Serikat, kelompok
hacker Anonymous menyerang situs lembaga hukum di AS dan mendeklarasikan 'perang' terhadap Pemerintah AS. (BAI/GAL)