Tampilkan postingan dengan label wisata di jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata di jepang. Tampilkan semua postingan

Mengintip Tokyo dari Roppongi

Jika di Jakarta, ada kawasan segitiga emas yang dianggap daerah mahal, di Tokyo ada distrik Roppongi yang terletak di Minato. Bertetangga dengan Roppongi, daerah seperti Akasaka dan Azabu juga tidak kalah glamor. Di malam hari, Roppongi juga dikenal sebagai pusat hiburan malam mewah dan — seperti Itaewon, Seoul — ramai dikunjungi pendatang asing. Di distrik yang sama juga terletak Menara Tokyo yang menjadi ciri khas kota sehingga jika naik ke salah satu gedung tertinggi di daerah Roppongi atau bukit Roppongi, menara ini pasti akan terlihat. (Syanne Susita)

  
Menara Tokyo yang merupakan ciri khas kota dilihat dari lantai paling atas menara Mori, bukit Roppongi


 

Hinokicho Park terletak di belakang gedung Tokyo Midtown. Taman ini sepertinya diperuntukan untuk para penduduk sekitar atau karyawan kantor yang ingin menghilangkan sejenak kepenatan bekerja. Yang terakhir ini, karena tersedianya sambungan Wi-Fi.


  
Di dalam taman ini, terdapat bangunan desain 21_21 yang dirancang oleh Tadao Ando. Desain kaca jendela yang berlapis dan atap dari lempengan baja raksasa ini dinilai memiliki teknik konstruksi terbaik di Jepang.

  
Odaiba dan jembatan pelangi (Rainbow Bridges) dilihat dari Menara Mori, bukit Roppongi.


  
Sayang, dek observasi ditutup karena cuaca dianggap buruk sehingga hanya bisa melihat lanskap Tokyo dari dalam ruangan Tokyo City View. Walau terbatas kaca, pemandangan tetaplah menakjubkan.

  
Menara Mori dengan lantai 54 ini tampak dari bawah terlihat tak kalah megah. Enam lantai dari bawah adalah pertokoan, sedangkan enam lantai dari atas — selain dek observasi — adalah museum seni Mori.

  
Salah satu ciri khas menara Mori adalah Maman, patung kontemporer berbentuk laba-laba karya Louise Bourgeois.

  
Jalan sedikit dari Menara Mori, kita juga bisa melewati Menara Tokyo yang terlihat begitu mencolok dengan warna oranye.

  
Masih di sekitar Roppongi adalah Tokyo Midtown yang merupakan kantor dari banyak perusahaan besar seperti Fuji Xerox dan UNIQLO. Di bawah gedung terdapat departemen store Galeria dan restauran mewah.


source :

yahoo news

 Foto oleh Syanne Susita

Menara Tertinggi di Dunia " Tokyo Sky Tree "

 Tokyo Skytree merupakan menara tertinggi di dunia dengan tinggi 634 meter. Menara ini juga merupakan bangunan tertinggi di dunia kedua setelah Burj Khalifa di Dubai. Walaupun fungsi utama dari menara ini adalah menyiarkan sinyal televisi dan radio, Menara Skytree merupakan salah satu objek wisata paling banyak dikunjungi di Tokyo.

 Bagian dasar dari Tokyo Skytree. (Olenka Priyadarsani)


 Menara ini memang relatif sangat baru. Selesai dibangun pada bulan Februari 2012, Tokyo Skytree berhasil melampaui menara tertinggi di dunia sebelumnya, yaitu Canton Tower. Menara yang baru dibuka untuk umum pada bulan Mei 2012 ini kabarnya dikunjungi 1,6 juta orang pada minggu pertama setelah pembukaannya.

Tidak heran, ketika bulan lalu berkunjung ke sana, saya pun harus mengantre cukup lama.

Tokyo Skytree memiliki bentuk seperti tripod pada bagian bawah, sementara setelah ketinggian 350 meter bentuknya menjadi silinder. Dek observasi ada dua. Yang pertama, berada pada ketinggian 350 meter dengan kapasitas 2000 orang. Sementara yang kedua berada di 450 meter dan dapat menampung 900 orang.

Untuk mencapai dek observasi Tembo di ketinggian 350 meter, pengunjung harus naik lift supercepat. Satu lift dapat mengangkut 40 orang sekaligus dan dapat melaju 600 meter per menit. Untuk mencapai ketinggian 350 meter hanya dibutuhkan waktu 50 detik.

 Tokyo Skytree dari kejauhan. (Olenka Priyadarsani)


 Dari dek observasi, pengunjung dapat melihat pemandangan kota Tokyo yang padat. Banyak gedung pencakar langit tampak pendek karena posisi Anda yang lebih tinggi. Deretan gedung perkantoran, apartemen untuk tempat hunian, dan sungai-sungai bersih yang membelah kota megapolitan Tokyo.

Tiket untuk masuk ke Tokyo Skytree ini memang lumayan mahal, yaitu 2000 yen (Rp250 ribu) untuk ketinggian 350 meter. Untuk sampai di 450 meter, Anda harus merogoh kocek sebanyak 3000 yen.  Tentu saja pengalamannya pun sebanding dengan biaya yang dikeluarkan, apalagi bila Anda termasuk penikmat bangunan-bangunan paling modern di dunia.


 Salah satu pemandangan dari dek observasi. (Olenka Priyadarsani)


 Yang paling melelahkan dari kunjungan ke Tokyo Skytree adalah acara menunggu giliran untuk naik. Pada akhir pekan, pengunjung membludak. Kami harus mengambil nomor antrean lebih dahulu. Di kartu tersebut tertulis waktu untuk masuk, misalnya pukul 14.00 – 14.30. Rata-rata pengunjung harus menunggu 2 hingga 3 jam.

Setelah waktu giliran tiba, pengunjung kembali mengantre untuk membeli tiket masuk dan kemudian menunggu giliran lift yang membawa naik ke dek observasi. Untungnya para petugas sangat efisien dengan waktu, dan pengunjung pun sangat disiplin sehingga tidak dibutuhkan waktu yang lama antara membeli tiket dan naik ke dek observasi.

 Terlihat padatnya kota Tokyo dari atas. (Olenka Priyadarsani)



Bila Anda harus menunggu lama, jangan khawatir, di bagian bawah ada Tokyo Skytree Town, sebuah pusat perbelanjaan besar dengan berbagai toko dan restoran. Bila Anda membawa bekal sendiri seperti kami, Anda dapat memakannya di tempat duduk yang disediakan dengan pemandangan Menara Skytree yang menjulang.

Untuk sampai di menara ini, Anda dapat naik kereta Tobu Skytree Line dari stasiun Asakusa. Bila hendak menghemat, Anda dapat berjalan dari Asakusa, kira-kira membutuhkan waktu 20-30 menit. Di sepanjang jalan, ada beberapa kuil kecil yang bagus dijadikan objek foto. Selain itu ada pula taman-taman rindang untuk beristirahat.

 Kunjungi juga blog perjalanan Olenka di www.backpackology.me.

source :

yahoo news

7 pola karakteristik wisatawan Jepang yang dapat dilihat secara sekilas


 Pernahkah anda memiliki pengalaman bertemu orang-orang saat bepergian ke luar negeri dan bertanya “Apakah Anda orang Jepang?”, lalu mereka tiba-tiba berbicara dalam bahasa Jepang? Di antara banyak orang yang berwisata, terutama dari gerak-geriknya, orang Jepang dapat diketahui dari orang Asia lainnya. Selain itu, Anda juga dapat mengenali wisatawan Jepang yang datang berwisata dan orang Jepang yang telah tinggal di suatu tempat. Jadi, bagaimana cara membedakannya? Kali ini, Anda dapat mengetahuinya secara sekilas! Berikut adalah 7 pola karakteristik yang umum dari wisatawan Jepang.

 1. Gaya berpakaian yang modis
 Jika ada wisatawan Asia yang pergi ke luar negeri, orang Jepang biasanya terlihat lebih modis, terutama kaum wanitanya. Mereka mengenakan pakaian yang bersih, dan banyak yang memakai pakaian bermerek.

 2. Melihat ke sekeliling dengan gelisah
 Inilah perbedaan perilaku antara wisatawan Jepang dengan orang Jepang yang tinggal di luar negeri. Bisa dikatakan perilakunya dapat dibagi antara orang yang mengetahui tujuan atau arah dan orang yang tidak. Perbedaan tersebut tentu saja adalah hal yang alami, bahkan orang-orang selain wisatawan di banyak tempat juga memiliki perilaku seperti ini, oleh karena itu mari kita berhati-hati saat berwisata.

 3. Membawa peta atau kamera
 Ciri khas wisatawan adalah peta dan kamera. Meskipun hal ini tidak terbatas pada orang Jepang, jika wisatawan dari negara lain membawa kamera atau peta di dalam tasnya, wisatawan Jepang memiliki kecenderungan membawanya di tangannya jika berkunjung ke negara lain.

 4. Cara menggunakan make-up
 Orang Prancis yang tinggal di Paris mengatakan, “Untuk membedakan wanita Jepang, lihatlah make-up mereka,” wanita Jepang cenderung menggunakan make-up yang tegas dibandingkan dengan wanita Asia lainnya. Bulu mata palsu dan make-up di sekitar mata yang hitam dikenal sebagai karakteristik dari wanita Jepang.

 5. Keramahtamahannya sangat baik
 Ketika hendak memesan sesuatu, walau harus terpaksa tersenyum, jika ada yang lebih ramah di antara wisatawan Asia, itu adalah wisatawan Jepang. Orang-orang Barat tidak punya kebiasaan terpaksa tersenyum.

 6. Membayar dengan uang tunai
 Wisatawan Jepang adalah orang yang memasukkan uangnya ke dalam dompet bukan ke rekening bank setempat. Ada perbedaan budaya untuk pembayaran tunai, wisatawan Jepang akan membayar dengan jumlah kecil menggunakan kartu kredit di negara lain, sedangkan untuk pembayaran secara tunai lebih dari 10.000 $ dilakukan di dalam negara Jepang.

7. Tidak berkomunikasi
Di Jepang, saat di pusat perbelanjaan dan restoran, ketika pelayan mengatakan “Irasshaimase (selamat datang)”, dan seseorang tidak membalas sambutan tersebut, itu adalah hal yang umum. Seseorang berkomunikasi dengan pelayan hanya ketika meminta sesuatu, selain itu tidak ada pembicaraan lain, kecuali Anda langsung akrab dengannya.
Source:
www.madameriri.com
japanesestation.com

image:
newschoolkaidan.com © their respective owners, Shimmie © Shish & Co 2007-2011.

Pergi Berwisata Ke Kuil Yakumo Di Jepang


Tak kurang dari satu kilometer dari Stasiun Kamakura di Jepang, anda dapat menemukan kuil Yakumo, yang didirikan tahun 1082 oleh Yoshimitsu Minamoto, kakek buyut dari pendiri Keshogunan Kamakura, Yoritomo Minamoto [1147-1199].
Ini adalah salah satu kuil tertua di Kamakura, lebih tua daripada Tsurugaoka Hachimangu yang terkenal.
Kuil ini memiliki cerita yang menarik, pendiriannya terkait dengan suatu peristiwa yang terjadi 200 tahun sebelumnya, di Kyoto.
Pada tahun 869 di Kyoto, suatu wabah yang membinasakan kota itu berhenti setelah parade mikoshi di kuil Yasaka [kini dikenal sebagai kuil Gion]. Parade itu menandai dimulainya festival Gion Matsuri, festival tahunan yang terkenal yang diadakan pada bulan Juli di Kyoto.
200 tahun kemudian, suatu wabah menghantam Kamakura dan Yoshimitsu Minamoto berpikir bahwa bangunan di Kamakura cabang dari Kuil Yasaka akan membantu melindungi masyarakatnya dari berbagai kejahatan dan wabah.
Ia meminta izin dari Kyoto untuk mendirikan sub-kuil bernama Kamakura Gion-sha di Kamakura [kini bernama kuil Yakumo]. Tak lama setelah kuil itu didirikan, wabah itu pun menurun dengan cepat.

 Bangunan yang kita lihat sekarang ini dibangun kembali pada tahun 1929, setelah gempa bumi besar Kanto.

refrensi japanesestation

"Demam" Wisata Sky Tree Mulai Melanda di Tokyo

 Bagi Jepang, keberadaan menara Tokyo Sky Tree bukan sekedar menara komunikasi semata. Menara ini merupakan simbol keunggulan teknologi Jepang yang bangkit setelah dihantam gempa tahun lalu.

Hadirnya Tokyo Sky Tree juga merupakan potensi yang luar biasa untuk berperan sebagai motor kebangkitan pariwisata di Jepang.

Meski belum dibuka untuk umum, namun telah banyak rombongan turis yang mulai mendatangi Sky Tree dan berfoto di sana.  Banyak juga diantara turis tersebut yang tidak dapat naik ke menara, menyempatkan diri untuk berfoto atau berkeliling di sekitar wilayah menara.

Selain banyak terdapat restoran, ada juga toko-suvenir di kaki menara, atau di sepanjang kanal yang merupakan salah satu atraksi wisata di kawasan menara ini berada. Selain berbagai pernik yang dijual, aneka restoran di sana menawarkan menu dengan tema Sky Tree.

Pihak pemilik Sky Tree, Tobu Railway, juga menyediakan sarana transportasi yang memudahkan turis untuk berkunjung. Tobu Railway telah membuka stasiun baru yang bernama Tokyo Sky Tree Station di jalur Tobu, sehingga memudahkan pengunjung yang ingin datang dengan menggunakan kereta api.

Apalagi, lokasi Tokyo Sky Tree juga tak begitu jauh dengan Kuil Sensoji di Asakusa, yang merupakan salah satu lokasi wisata lain yang juga menarik untuk dikunjungi.

Rencananya, Tokyo Sky Tree akan dibuka untuk umum pada tanggal 22 Mei mendatang. Meski demikian, tiket yang telah mulai dijual sejak bulan Januari 2012 lalu telah habis terjual untuk kurun waktu enam bulan pertama.

Pihak Tobu Railway sendiri menyatakan, sekitar 25 juta pengunjung diperkirakan akan mengunjungi Tokyo Sky Tree dalam tahun pertama. Jumlah tersebut hampir sama dengan jumlah pengunjung Tokyo Disneyland.
untuk melihat cuplikan video tokyo sky tree silahkan klik disini

Jepang Bagi-bagi 10.000 Tiket Gratis !!


  •  seni pertunjukan geisha salahsatu yang populer di jepang











Guna menggairahkan kembali industri pariwisata, Jepang akan menawarkan 10.000 tiket terbang gratis ke negara itu kepada wisatawan asing tahun depan. Pasca bencana gempa dan kebocoran reaktor nuklir, jumlah wisatawan yang mengunjungi negeri Sakura itu berkurang jauh.

Biro Wisata Jepang akan memasukan pertanyaan dalam aplikasi online yang menyatakan, apakah Anda bersedia mendapat penerbangan gratis untuk mengunjungi negara itu? Demikian dikutip media Jepang, Yomiuri Shimbun.

Kemudian agensi ini akan memilih para pengisi yang sukses mendapatkan penerbangan gratis, dan meminta mereka menuliskan laporan mengenai kunjungan mereka. Lalu, tulisannya akan dipublikasikan di internet.

Otoritas wisata Jepang berharap para wisatawan menuliskan hal-hal positif soal pengalaman mereka di Jepang. Diharapkan, hal ini akan membantu menurunkan tingkat kekhawatiran masyarakat internasional mengenai kunjungan ke negeri matahari terbit tersebut.

Program ini tetap akan menuntut wisatawan untuk mengeluarkan kocek sendiri pada sektor akomodasi. Namun toh pengeluaran tak lagi mahal, mengingat penerbangan sudah gratis.

Program berkunjung ke Jepang ini akan dimulai pada April tahun depan, dan anggarannya berasal dari pemerintah negara itu.

Program dimulai pada April bulan depan
Sumber:AFP/SP

Kuroshio Sea, Tempat Wisata di Jepang yang Menyimpan Sejuta Daya Tarik


Kuroshio sea, inilah salah satu tempat yang sebaiknya teman – teman kunjungi.tempat wisata di jepang Letaknya di Okinawa sekitar 2 jam perjalanan menggunakan mobil dari bandar udara Naha, Okinawa Jepang. Secara garis besar Kuroshio Sea adalah sebuah akuarium raksasa yang memberikan keleluasaan bagi para pengunjungnya untuk melihat keindahan bawah laut yang disertai beragam jenis ikan berukuran raksasa seperti pari dan hiu paus. Jika teman – teman berencana berkunjung ke Kuroshio Sea ada baiknya merencanakan terlebih dahulu secara urut tentang objek wisata di jepang mana saja yang mau dikunjungi. Jika memang melihat gemerlapnya kota Tokyo adalah yang pertama maka mendarat di Narita adalah pilihan yang tepat, pasalnya Okinawa adalah sebuah pulau terpisah berjarak sekitar 2000 km dari Tokyo, hampir seperti teman – teman bepergian dari Jakarta ke Bali. Tapi jika ingin mengunjungi Kuroshio Sea terlebih dahulu maka mendarat di bandar udara Naha, Okinawa bisa jadi pilihan alternatif wisata yang baik.
 Ada berbagai fasilitas tambahan yang bisa teman – teman nikmati ketika berkunjung ke salah satu tempat wisata di jepang unik bernama Kuroshio Sea ini, beberapa diantaranya adalah : kursi roda elektrik yang bisa digunakan GRATIS, toilet khusus untuk teman – teman yang memiliki kelebihan khusus, restoran, dan café.
klik disini untuk melihat sekilas tentang kuroshio sea

Jam Operasional Kuroshio Sea
  • Musim Regular (Oktober hingga Februari) : Buka jam 08.30 | Tutup Jam 17.30
  • Musim Panas (Maret hingga September) : Buka jam 08.30 | Tutup jam 19.00
Harga Tiket Masuk Kuroshio Sea
  • Dewasa 1800 Yen
  • Pelajar SMA 1200 Yen
  • SD dan SMP 600 Yen
  • Anak dibawah 6 tahun Gratis
dari berbagai sumber
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Link Exchange

Favicon1
powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme