Tampilkan postingan dengan label Satu Tahun Sunami Di Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Satu Tahun Sunami Di Jepang. Tampilkan semua postingan

Anak Anak Palestina Terbangkan Layang-layang untuk Mempringati 1 Tahun Gempa di Jepang

 Kota Gaza (ANTARA/Xinhua-OANA) - Sebanyak 1.000 anak Palestina menerbangkan layang-layang Ahad (18/3) untuk memperingati tahun pertama gempa bumi dan tsunami di Jepang.
Acara tersebut diadakan oleh Lembagai Pekerjaan dan Pertolongan PBB (UNRWA) untuk memperlihatkan solidaritas kepada Jepang.
Gempa yang memporak-porandakan dan mengguncang Jepang pada 11 Maret 2011 memicu tsunami dan kebocoran nuklir di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi, sehingga 19.000 orang kehilangan nyawa atau hilang.
"Jepang telah memberi kami banyak sumbangan. Negara itu memberi kami rumah, sekolah dan banyak lagi," kata Ahmed Taha, seorang anak yang ikut dalam kegiatan tersebut di bagian selatan Jalur Gaza, dekat proyek perumahan yang didanai Jepang buat ribuan keluarga Palestina yang tak memiliki rumah.
Kegiatan itu mestinya diadakan satu pekan sebelumnya, tapi ditunda akibat empat hari baku-tembak mematikan antara Israel dan pejuang Gaza, demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Senin.
Jepang telah menjadi pendukung utama UNRWA, yang mengurus jutaan pengungsi Palestina di Jalur Gaza, Tepi Barat Sungai Jordan, Jordania, Lebanon dan Suriah. (rr)

Masyarakat Jepang Peringati Satu Tahun Sunami


Liputan6.com, Tokyo: Tragedi gempa dahsyat yang menimbulkan tsunami di wilayah timur laut Jepang genap setahun pada Ahad (11/3) ini. Warga Negeri Samurai itu pun masih bekerja keras untuk pulih dari bencana tersebut. Bahkan banyak dari para pengungsi masih sulit mencari pekerjaan dan meraih kembali yang mereka miliki sebelum diamuk bencana dahsyat itu.
 Getaran kekerasan dan tsunami besar itu menghancurkan dan merusak lebih dari 370 ribu rumah dan bangunan lainnya. HIngga kemarin, tercatat secara resmi sebanyak 15.854 orang dinyatakan tewas dalam bencana itu, sedangkan 3.155 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
 Kini, lebih dari 340 ribu orang yang berada di area bencana tersebut hidup sebagai pengungsi di hunian sementara. Terutama di tiga prefektur terparah terkena dampaknya, yakni Iwate, Miyagi, dan Fukushima.
Survei NHK yang dilansir Ahad ini mengungkapkan bahwa sekitar sepertiga dari keluarga yang tinggal di unit rumah sementara memiliki pendapatan yang menurun hingga setengahnya. Satu dari lima pencari nafkah juga tercatat telah kehilangan pekerjaan. Survei tersebut juga menunjukkan bahwa seperempat dari responden jarang pergi keluar untuk bersosialisasi, dan lebih banyak merasa berdiam diri hingga merasa terisolasi.
Selain bencana tersebut, kecelakaan nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Daiichi Fukushima juga masih membutuhkan waktu untuk pemulihan. Di Prefektur Fukushima itu para penduduk merasa takut terkena paparan radiasi. Akibatnya sekitar 160 ribu penduduk terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
Daerah dekontaminasi dengan radioaktivitas ini membuktikan bahwa pemulihan-pemulihan tersebut semakin terasa sangat sulit,  ditambah dengan keterlambatan aktivitas pembuangan puing tsunami yang berdampak pada mundurnya pembangunan di Negeri Matahari Terbit itu.(TNT/ANS)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Link Exchange

Favicon1
powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme