Tampilkan postingan dengan label Automotive. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Automotive. Tampilkan semua postingan

Di dunia otomotif, Jepang saat ini memimpin teknologi Electric Vehicles (EV)

Liputan6.com, Tokyo: Jepang saat ini memimpin teknologi Electric Vehicles (EV) di dunia otomotif. Maraknya mobil EV pabrikan Negeri Sakura itu telah mengubah teknologi pada mobil konvensional yang biasanya menggunakan bahan bakar.

Beberapa negara di dunia telah mengakui keunggulan Jepang itu dengan mengimpor EV dari Negeri Sakura tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Akibatnya, penjualan EV terus meroket. Penjualan EV pabrikan Jepang diperkirakan akan mencapai empat ribu hingga delapan ribu per bulan pada akhir 2013 mendatang.

Di Amerika Serikat, pembelian EV Jepang itu akan mencapai dua ribu hingga empat ribu. Angka tersebut belum dihitung dari negara lainnya.

Jika hal ini terus berlanjut, dalam 10 atau 20 tahun mendatang, hampir semua mobil di Jepang akan menggunakan tenaga listrik. Masalah lingkungan yang diakibatkan oleh gas buangan pun bisa diatasi.(DES/ANS/AutoEvolution)

Modifikasi Scooter Khas Jepang, Cool , ,

 Scooter kini kembali marak di Indonesia, begitu juga di Jepang, dengan kapasitas orang-orangnya yang aktif dan kreatif trend modif scooter begitu sangat berkembang di sana, dari mulai modif scooter yang super extreme sampai scooter yang elegant.. berikut foto – foto dari modifikasi penggemar scooter di Jepang ..















sumber
belajar-nihongo

Jepang Telahsiap Promosikan Sistem Pengisian Mobil Listrik


Liputan6.com, Tokyo: Para produsen mobil Jepang bersepakat untuk mempromosikan sistem pengisian baterai cepat untuk kendaraan listrik di pasar global. Kesepakatan asosiasi beranggotakan sekitar 400 produsen mobil dan perusahaan otomotif di Jepang itu dicapai pada rapat umum di Tokyo, Selasa (22/5).

Sistem yang dikembangkan di dalam negeri, disebut CHAdeMO, dapat digunakan untuk semua kendaraan listrik di Jepang. Sekitar 1.400 pengisi CHAdeMO telah dipasang di Jepang dan Eropa. Belakangan ini, perlombaan menuju standar global untuk pengisi daya baterai kian meningkat, seperti Volkswagen dan produsen otomotif lainnya juga tengah mengembangkan sistem yang berbeda.

Para produsen otomotif Jepang mengatakan, standar yang berbeda bisa membuat konsumen enggan membeli kendaraan listrik dan menghambat penyebaran mobil generasi mendatang. Chief Operating Officer (COO) Nissan Motor Toshiyuki Shiga mengatakan bahwa para produsen mobil Jepang, Eropa, dan AS, akan membahas soal kelayakan sistem itu untuk semua merek mobil.

Produsen Otomotif Jepang Kembali Jual Mobil Diesel

Liputan6.com, Tokyo: Produsen otomotif Jepang akan segera menjual mobil hemat bertenaga diesel di Eropa. Pihak perusahaan memprediksi kenaikan harga bensin dalam waktu dekat memicu minat baru terhadap unit model tersebut.

Seperti dilansir NHK, Senin (9/4), perusahaan otomotif Mazda rencananya mulai menjual SUV bertenaga diesel pada musim semi ini. Pihak perusahaan mengatakan, emisi mobil produk mereka lebih rendah daripada mobil diesel konvensional.

Sementara Toyota akan meluncurkan model tersebut pada 2014 mendatang dengan menampilkan mesin diesel yang disediakan oleh BMW Jerman. Sedangkan Honda kabarnya akan mengembangkan mesin diesel sendiri, namun belum dipastikan kapan akan memasarkan produknya.

Model diesel diperkirakan booming di pasaran pada tahun depan. Mobil tersebut dianggap memiliki bahan bakar yang lebih efisien dibandingkan mobil bertenaga bensin.

Data setengah penjualan mobil baru di Eropa dan mobil Jepang tercatat telah kehilangan pangsa pasar karena fokus mereka pada bahan bakar bensin. Karena itu, perusahaan-perusahaan tersebut berusaha menarik kembali minat konsumen dengan produk kendaraan hemat itu.(BOG)

Honda CR-Z Berbalut Anggur Dikenalkan di Jepang


Liputan6.com, Jakarta: Pabrikan mobil asal Minato, Tokyo, Jepang, Honda Motor Company, Ltd meluncurkan Honda CR-Z (Alpha) Dressed Label khusus untuk pasar Jepang. Mobil edisi khusus sport-hybrid pertama di dunia ini dijual dalam jumlah terbatas. Pihak Honda melalui siaran persnya yang diterima Liputan6.com, baru-baru ini, mengumumkan akan mulai menjual CR-Z Alpha Dressed Label pada 31 Mei 2012.

Dilihat dari sisi eksterior, Honda CR-Z Alpha Dressed Label tampil berbeda. Saat diluncurkan, CR-Z Alpha berkelir Burgundy Pearl Metallic. Warna tersebut identik dengan buah anggur dan menjadi ubahan utama pada eksteriornya.

Lanjut ke bagian interiornya, CR-Z Alpha Dressed Label mengalami ubahan perpaduan warna senada dengan warna Burgundy Pearl Metallic di jok, panel pintu, setir kemudi, serta tuas perseneling baik tipe transmisi manual maupun otomatis. Untuk pemanis pedal gas, rem, dan kopling menggunakan alumunium bergaya sport senada dengan alloy wheel.

Urusan dapur pacu alias mesin, Honda CR-Z tetap mengandalkan mesin Honda i-VTEC 1,5 liter. Mesin yang diusung itu dipadu dengan tenaga baterai dari Integrated Motor Assist (IMA) yang dapat menghasilkan tenaga sebesar 124 daya kuda dengan torsi yang mampu menghasilkan 131 lb-ft.

Honda CR-Z yang dijual di Jepang terdiri dari dua varian, yaitu automatic transmission (A/T) dengan teknologi continuously variable transmission (CVT) pada gearbox-nya. Sedangkan untuk tipe manual transmission (M/T), Honda CR-Z menggunakan 6-speed transmission.

Sebelumnya, Honda juga telah meluncurkan CR-Z Alpha Black Label Edition pada 20 Juli 2011. Honda CR-Z Alpha Black Label Edition yang menggunakan warna baru Premium Yellow Pearl, serta nuansa warna hitam pada interior dan alloy wheel.(ULF)

Toyota Akan Meningkatkan Produksinya Di Indonesia


Liputan6.com, Tokyo: Perusahaan Toyota akan meningkatkan produksinya di Indonesia dalam 2 tahun terakhir. Berita peningkatan itu disampaikan oleh Wakil Presiden Toyota Yukitoshi Funo dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pada Rabu (8/2).

Saat ini Toyota telah memproduksi 110.000 unit mobil per tahun di sebuah pabrik di pinggiran kota Jakarta. Di 2012, perusahaan otomotif ini sedang membangun pabrik terbarunya dan akan meningkatkan produksi tahunannya mulai dari 50.000 unit hingga 120.000 unit.

Langkah tersebut dijalankan pihak Toyota karena Indonesia dikenal sebagai pasar mobil terbesar di Asia Tenggara. Dengan mencatatkan penjualan mobil baru sebesar 890.000 unit pada tahun lalu. Bahkan jumlah tersebut melebihi penjualan mobil baru di Thailand. Menyikapi hal tersebut, ternyata banyak pembuat mobil juga ingin meningkatkan produksinya, meskipun hal tersebut mempengaruhi peningkatan jumlah karyawan serta upah yang lebih tinggi.(NHK/TNT/MEL)

Nissan Makin Bersinar di Pasar Otomotif


Liputan6.com, Yokohama: Nissan makin bersinar menyusul kenaikan penjualan mobil produksi perusahaan otomotif asal Jepang tersebut. Seperti dilansir Reuters, baru-baru ini, Nissan meraih laba operasional kuartalan sebesar 3,6 persen, melebihi rekor penjualan mobil tahun silam. Ini dikarenakan meningkatnya pangsa pasarnya di setiap wilayah utama.

"Secara keseluruhan, hasil penjualan Nissan naik 13,6 persen dengan total 3.429.000 mobil," kata Wakil Presiden Nissan, Joji Tadawa, di kantor pusat perusahaan di Yokohama, Jepang. "Dalam setiap pasar, kami sekali lagi mengungguli tren keseluruhan industri volume."

Nissan mendapatkan keuntungan dari beroperasinya kembali pabrik pascagempa berujung tsunami di Jepang, beberapa waktu lalu. Selain itu, perusahaan mobil nomor dua di Jepang tersebut juga berhasil meminimalkan tergangggunya produksi dan kerugian akibat banjir Thailand.

Untuk terus melebarkan sayapnya, Nissan berencana mengalihkan produksi dari JX Infiniti, Rogue, dan Murano SUV untuk dipasarkan di luar negeri. Bahkan, Nissan juga akan membuat mobil buatan Jepang lebih banyak digunakan di luar negeri sampai 40 persen pada 2013 mendatang.(BOG)

Toyota Pindahkan Produksi Hibrida ke AS


Liputan6.com, Tokyo: Toyota Motor akan segera memindahkan produksi kendaraan hybrid sport-nya dari Jepang ke Amerika Serikat. Perusahaan otomotif ternama Jepang itu akan mentransfer produksi model hibrida jenis Highlander-nya ke pabrik di Indiana, AS, pada paruh kedua 2013. Demikian dilansir situs NHK, Kamis (9/2).

Saat ini, kendaraan jenis Highlander telah diproduksi di Fukuoka, Jepang barat, sambil mempersiapkan kelanjutan produksinya di AS. Selain itu, Toyota juga berencana untuk melebarkan sayapnya dengan mengekspor model Highlander yang dibuat di Indiana ke negara lain.

Rencananya, Toyota memasuki pasar Rusia dan Australia pada tahun yang sama dengan kepindahannya ke AS. Strategi Toyota dengan menciptakan penghubung di Amerika Utara disebabkan oleh mata uang yen yang sedang menguat dan merugikan ekspor dari pihak Jepang.(BOG)

Toyota GT86 RC Spec Versi "Pahe" Dirilis


Liputan6.com, Tokyo: Toyota GT86 terbaru sudah resmi dijual di pasar Jepang, belum lama ini. Beruntungnya, pasar Jepang mendapat model rangka berbeda "setengah telanjang" atau paket hemat (pahe) yang kemungkinan besar tidak akan tersedia buat pasar lainnya.

Kendaraan keluaran terbaru dari Toyota ini diberi nama GT86 RC Spec. Di sedan dengan roh sport itu, banyak fitur-fitur yang disunat. Hal ini konon demi menghemat berat dan harga.

RC Spec bakal dijual lebih murah ketimbang versi 86GT lainnya yang dibanderol seharga US$ 25.800 atau sekitar Rp 230 juta. Harga tersebut lebih murah sekitar Rp 50 juta dibanding versi GT lainnya.

Lalu apa yang dimaksud setengah telanjang alias pahe? RC Spec hanya akan mengusung fitur ala kadar seperti pendingin udara dan penjepit gelas atau cup, pelapis lantai bawah, pelindung lubang isap (intake manifold), dan lampu bagasi (boot lamp).

Namun pelapis kemudi dan pembungkus tongkat persneling tidak termasuk. Bagian luar RC Spec juga diminimalkan dengan mengecat bumper depan belakang dengan warna dasar hitam pekat.

Tak hanya bumper, tapi juga pelindung kaca spion, handle pintu juga dilabur kelir hitam pekat. Velg yang sedianya menggunakan rim racing dengan diameter ring 17 inci diganti dengan yang lebih kecil menjadi 16 inci dari bahan baja alias pelek standar.

Alhasil, bobot kendaraan lebih ringan sekitar 60 kilogram dan konsumsi bahan bakar lebih irit dari versi mewah GT86.

Soal dapur pacu, Toyota GT86 RC Spec mengusung mesin berkapasitas 2000 cc dengan 200 daya kuda dan transmisi manual enam percepatan. Untuk lebih meringankan bobot mobil, kopling slip dengan sistem diferensial juga digantikan dengan model biasa.

Toyota GT86 RC Spec nantinya bakal bergabung di pasar Jepang dengan G Spec, GT Spec, dan versi GT Limited.(BJK/ANS/Topspeed)

Mitsubishi Motor Gulung Tikar di Eropa

Liputan6.com, Tokyo: Pabrikan otomotif Jepang Mitsubishi Motor akan mengakhiri produksinya di Eropa, yakni Belanda. Rencana penutupan pada akhir tahun tersebut diumumkan oleh pihak Mitsubishi pada Senin (6/2).

Pabrik Mitsubishi di salah satu kawasan Eropa itu akan ditutup karena hanya bisa menghasilkan produk sebanyak 40.000 unit pada tahun berjalan. Dan memiliki pendapatan fiskal kurang dari 20 persen dari target penjualan perusahaan Eropa yang berproduksi sebesar 220.000 unit.

Perusahaan itu justru akan memfokuskan sumber dayanya di negara berkembang, di mana biaya produksi lebih rendah. Selain itu, Mitsubishi juga berencana meningkatkan ekspor terikat Eropa dari Thailand, setelah membuka pabrik baru di negara itu pada Maret.

Mitsubishi Motors juga akan memulai pembicaraan dengan pemerintah Belanda tentang kemungkinan menjual pabrik itu dan mentransfer 1.500 pekerjanya.(TNT/ANS/NHK)

Mitsubitshi Tarik Ratusan Mobilnya di Jepang


Liputan6.com, Tokyo: Produsen mobil terbesar keempat di Jepang Mitsubishi Motors menarik sedikitnya 300.000 unit produknya di Jepang. Menurut jubir perusahaan, sebanyak 299.320 unit kendaraan yang ditarik adalah mobil yang dijual di Jepang dan diproduksi antara Juli 2001 dan April 2006.

Diperkirakan bagian mesin yang rusak bisa memicu kebocoran oli dan lampu pengukur tekanan oli di dashboard. Dalam kasus terburuk kebocoran tersebut dapat mengakibatkan bagian dalam mesin hangus, hingga menyebabkan kegagalan pada mesin.

Seperti dilansir situs NHK, Jumat (27/1), penarikan itu meliputi sembilan unit kendaraan model kecil, termasuk Minica dan model keluarga eK Wagon, serta dua model yang diadaptasi oleh Nissan.

Sebanyak 112 malfungsi dari Mitsubishi Motors telah dilaporkan sejak Desember 2004, dengan data mobil yang mati total sebanyak tiga kasus. Sebelumnya Mitsubishi juga pernah menarik sekitar 250.000 kendaraan di Jepang atas masalah yang sama pada November 2010.(SHA)

Kiat industri otomotif menghemat listrik


Industri otomotif di Jepang mulai melakukan penghematan listrik menghadapi keterbatasan sumber energi saat musim panas tahun ini. Salah satu cara yang dilakukan adalah menggeser hari kerja di masing-masing pabrik otomotif. Mulai bulan Juli hingga September 2011, pabrik-pabrik otomotif di Jepang meliburkan produksinya pada hari Kamis dan Jumat dan menggeser hari kerjanya ke hari Sabtu dan Minggu. Nissan, Honda dan Fujitsu bahkan sudah mulai libur pada hari kamis tanggal 30 Juni 2011. Honda sendiri meliburkan karyawannya di seluruh Jepang termasuk di kantor pusatnya.
Honda meliburkan karyawannya sehari lebih cepat dari jadwal setelah mengubah kembali kalendar kerja tahunannya. Sedangkan Fujitsu meliburkan karyawannya sehari lebih cepat agar libur bekerja tetap 2 hari seminggu (hari Kamis dan Jumat). Tanggal 1 Juli 2011, hampir seluruh industri otomotif di Jepang libur, termasuk Toyota.
Sumber:
http://www.topics.or.jp/worldNews/worldMain/2011/06/2011063001000013.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Link Exchange

Favicon1
powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme